Serba-Serbi       Harga Bitcoin Hari Ini       Belajar Menambang       Berita Bitcoin     

Laporan Bank Sentral Korea Selatan Mengatakan 'Bitcoin Dan Mata Uang Fisik Dapat Hidup Berdampingan

Discussion in 'Berita dan Ekonomi' started by berita, May 17, 2017.

Bitcoin - Litecoin - Dogecoin  Sharing info ini melalui » 
  1. berita

    berita Moderator

    Laporan Bank Sentral Korea Selatan Mengatakan 'Bitcoin Dan Mata Uang Fisik Dapat Hidup Berdampingan' - Bank of Korea bergabung dengan daftar bank sentral yang sedang berkembang untuk meneliti mata uang virtual seperti bitcoin. Bank Korea Selatan baru saja menerbitkan sebuah makalah penelitian yang membandingkan anatara uang virtual dengan uang fisik yang dikeluarkan oleh pemerintah.

    Bank Sentral Korea Selatan Meneliti Hubungan Antara Bitcoin dan Uang Fisik

    Periset dari Universitas Hongik Seoul dan anggota Bank of Korea (BOK) telah merilis sebuah makalah berjudul "Crowding Out in Dual Currency Regime." Makalah yang ditulis oleh Kihoon Hong, Kyounghoon Park, dan Jongmin Yu merinci bagaimana uang virtual dan sistem moneter saat ini bisa berkolaborasi di masa depan dan disebut sebagai "rezim mata uang ganda".

    [​IMG]

    "Melonjaknya peminat uang virtual dapat memberi dampak signifikan pada sistem moneter kita karena mereka adalah mata uang yang dikeluarkan secara pribadi, sehingga tidak diatur oleh bank sentral," jelas peneliti asal BOK.

    Kemunculan mata uang digital baru-baru ini membuka metode alat tukar baru yang dikenal dengan rezim mata uang ganda di mana mata uang digital, yang tidak memiliki nilai intrinsik dan mata uang kertas yang dikeluarkan pemerintah dapat digunakan secara bersamaan. Salah satu contoh terkenal dari mata uang digital yang diterbitkan secara pribadi adalah Bitcoin.

    Rezim Mata Uang Ganda
    Intinya, laporan tersebut menyatakan bahwa sistem mata uang tradisional saat ini dapat hidup berdampingan dengan mata uang digital yang dikeluarkan secara pribadi seperti bitcoin. Makalah ini melaporkan bahwa hubungan antara penggunaan mata uang tradisional dan permintaan uang digital dapat berubah dengan varians biaya.

    "Biaya tinggi untuk memproduksi mata uang kertas meningkatkan permintaan akan mata uang digital. Selain itu terdapat pula biaya yang tak pasti sehingga meningkatkan biaya produksi uang kertas. Hal ini berbeda dengan uang virtual yang memiliki biaya yang jauh lebih rendah namun tingginya biaya akan penggunaan uang digital malah menaikkan permintaan akan uang kertas. "

    Pada akhirnya dua jenis uang ini akan mampu digunakan seimbang dan berdampingan di masa yang akan datang.

    Hasil kami sangat mengejutkan karena ternyata ambang permintaan mata uang kertas dengan mata uang digital cukup seimbang serta akan memungkinkan adanya dua mata uang ini secara bersamaan


    Minat Uang Virtual Terus Tumbuh di Korea Selatan
    Bitcoin telah membuat dampak signifikan di Korea Selatan karena bahkan menempatkan Korsel sebagai negara pengguna bitcoin kelima tertinggi di seluruh dunia. November lalu, Korea Exchange meluncurkan Korea Startup Market (KSM) berbasis blockchain sementara Komisi Jasa Keuangan Korea (FSC) telah berbicara tentang pengaturan bitcoin tahun ini.

    Makalah penelitian terakhir dari BOK mengungkapkan bahwa pejabat negara di Korea Selatan juga sangat tertarik dengan uang virtual ini. Para peneliti mengatakan mereka berharap penelitian yang diberikan akan membantu pejabat Korea Selatan dan regulator memahami teknologi baru tersebut. Makalah ini dimaksudkan membantu peneliti – peneliti lainnya di masa depan baik secara teoritis dan empiris tentang dampak mata uang digital terhadap ekonomi Korea Selatan. Di samping itu, periset bank sentral mengatakan bahwa mereka akan melakukan penelitian serupa kembali dalam waktu dekat namun penelitiannya akan mencakup tiga jenis mata uang yang mampu hidup bersamaan.

    "Selanjutnya, kami mungkin mencoba untuk memperluas model kami ke rezim triple currency dengan mata uang digital yang dikeluarkan oleh swasta, mata uang digital yang dikeluarkan oleh bank sentral, dan mata uang kertas,"
     

Share This Page